Postingan

Istirahatlah dengan Tenang, Wahai Jiwa yang Menutup Rasa Sakit dengan Senyuman

Gambar
  Istirahatlah dengan Tenang, Wahai Jiwa yang Menutup Rasa Sakit dengan Senyuman (Satu Tahun Kepergian Papa)               Dua hari sebelum peristiwa dahsyat tiba, seorang cinta pertama untuk anak perempuannya, dalam pengharapannya ribuan kalimat doa di munajatkan, ribuan kalimat harapan dilantunkan, ribuan kata “Ayo pa, papa bisa sembuh” terus diucapkan, Sungguh tidak ada yang dipinta selain papa sembuh ceria seperti sedia kala. Pulang dan berkumpul secara bersama, merajut dan kembali melanjutkan segala cerita.             Azhan Ashar berkumandang, disaat kondisi tangan masih terpangsang infus, tak henti-hentinya “papa” menampakkan senyuman seakan meyakinkan bahwa semuanya akan baik-baik saja, tidak pernah sekalipun menampakkan rasa sakit, rasa lelah yang ada hanya senyum yang melukis wajah indah. Menjadi saksi perjuangan papa, melihat secara kasat mata bagai...